
"Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mendirikan shalat, maka basuhlah mukamu, kedua tanganmu hingga dua siku, sapulah kepalamu dan (basuhlah) kakimu hingga kedua mata kaki. Jika kamu dalam keadaan junub, maka mandilah. Jika kamu sakit, dalam perjalanan, kembali dari tempat buang air besar, atau melakukan hubungan suami istri, lalu kamu tidak mendapatkan air, maka
bertayamumlah dengan debu yang baik (bersih). Sapulah mukamu dan tanganmu dengan debu itu. Allah tidak ingin menyulitkanmu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya kepadamu agar kamu bersyukur" (Al-Maidah:6)
- Abu Hurairah meriwayatkan Rasulullah SAW bersabda, "Ketika orang yang berwudhu membasuh mukanya, maka terhapuslah segala dosa muka dan dosa kedua matanya seiring dengan tetesan air wudhu itu. Ketika dia membasuh kedua tangannya, maka terhapuslah segala bentuk dosa tangan bersamaan dengan tetesan air dari tangannya. Ketika dia membasuh kedua kakinya, maka terhapuslah segala bentuk dosa kaki bersamaan dengan tetesan air terakhir pembasuh kaki itu, sehingga dia bersih dari segala bentuk dosa yang pernah dilakukannya." (HR. Muslim)
- 'As-Shunabihi meriwayatkan, Rasulullah SAW bersabda, "Ketika orang yang berwudhu berkumur, maka terhapuslah semua dosa mulutnya. Jika dia menghirup air ke hidung, maka terhapuslah semua dosa hidungnya. Ketika dia membasuh muka, maka terhapuslah semua dosa mukanya, bahkan dosa kedua matanya. Ketika dia membasuh kedua tangan, maka terhapuslah semua dosa tangan hingga dosa yang berasa dibawah kuku tangannya. Ketika dia mengusap kepala, maka terhapuslah semua dosa kepala hingga dosa yang berada di daun telinganya. Ketika dia membasuh kedua kakinya, maka terhapuslah semua dosa kaki hingga dosa yang berada di bawah kuku kakinya. Sementara shalat dan langkahnya ke Masjid, memiliki pahala sunah tersendiri." (HR.An-Nasai)
- 'Amru bin 'Abasah juga meriwayatkan hadis di atas dengan matan yang cukup panjang, serta ada tambahan di bagian akhirnya, "Jika dia berdiri dan melaksanakan shalat, lalu memuji, menyanjung dan memuliakan Allah, selain itu, dia lapangkan hatinya untuk menghadap Allah, niscaya seluruh dosanya telah terampuni seperti bayi yang baru dilahirkan." (HR.Muslim)
- Abu Umamah meriwayatkan Rasulullah SAW bersabda, "Siapapun yang berwudhu untuk melaksanakan shalat, ketika dia membasuh kedua telapak tangannya, maka terhapuslah semua dosa telapak tangannya seiring dengan tetesan air pertama. Ketika dia berkumur dan menghirup air, maka terhapuslah semua dosa lidah dan kedua bibirnya seiring dengan tetesan air pertama. Ketika dia membasuh muka, maka terhapuslah semua dosa telinga dan kedua matanya. Ketika dia membasuh kedua tangan dan kaki hingga dua siku dan mata kakinya, maka dia telah bersih dari semua dosa, bagaikan bayi yang baru dilahirkan. Jika dia berdiri untuk shalat, maka Allah mengangkat derajatnya. Sebaliknya jika dia duduk, maka duduknya tersebut dalam keadaan selamat." (HR.Ahmad)
Di dalam riwayat lain, Abu Umamah pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Siapa saja yang menyempurnakan wudhunya, dia basuh muka dan dua tangannya, dia usap kepala dan dua telinganya, kemudian dia melaksanakan shalat fardhu, maka sejak saat itu dosanya diampuni, selama kakinya masih bisa berjalan, tangannya masih bisa menggenggam, telinganya masih bisa mendengar, matanya masih dapat melihat dan nafsunya masih membidikkan kejahatan," Kemudian Abu Umamah berkat, "Demi Allah, sudah berulang kali saya mendengarnya dari Rasulullah." - 'Utsman bin 'Affan meriwayatkan Rasulullah SAW bersabda, "Siapa saja yang menyempurnakan wudhunya, maka terhapuslah semua dosa di jasadnya, bahkan dosa di ujung kukunya." di dalam riwayat lain dijelaskan, 'Utsman pernah berwudhu kemudian berkata, "Saya pernah melihat Rasulullah berwudhu seperti wudhuku ini, siapa saja yang berwudhu sebagaimana wudhuku ini, niscaya Allah mengampuni semua dosa yang telah dilakukannya. Sementara shalat dan langkahnya ke Masjid memiliki pahala sunah tersendiri."
'Utsman mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Siapa saja yang menyempurnakan wudhunya kemudian melaksanakan shalat, maka dosa antara shalat tersebut hingga shalat berikutnya diampuni." (HR.Muslim)
Di dalam redaksi An-Nasai, "Siapa saja yang menyempurnakan wudhu sebagaimana yang diperintahkan Allah, maka shalatnya menjadi penghapus dosa antara shalat tersebut dengan shalat berikutnya." (HR.An-Nasai)
- Pada satu malam yang sangat dingin, 'Utsman keluar dan minta tolong kepada Humran untuk diambilkan air wudhu, kemudian Humran membawakan air itu. Setelah 'Utsman membasuh muka dan tangannya, Humran berkata, "Cukup tuan, udara pada malam hari ini sangat dingin." Utsman menjawab, "Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Siapa saja yang menyempurnakan wudhunya, maka dosa yang pernah dan akan dia lakukan telah terampuni." (HR. Al-Bazzar)
- Ibnu 'Umar meriwayatkan, "Malaikat Jibril pernah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang Islam." Rasulullah SAW menjawab, "Islam adalah, ketika anda bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, membayar zakat, menunaikan haji atau umrah, bersuci dari hadas besar, menyempurnakan wudhu, serta berpuasa di bulan Ramadhan." Jibril bertanya lagi, "Jika semua itu saya lakukan, apakah saya menjadi muslim sejati?"
Rasulullah menjawab, "Ya." (HR.Al-Bukhari-Muslim) - Abu Hurairah meriwayatkan Rasulullah SAW pernah mendatangi pekuburan dan mengucapkan salam, "Semoga keselamatan bagi kalian, wahai penghuni tempat tinggal sementara orang mukmin, Insya Allah aku akan mengikuti kalian, di sana aku ingin melihat saudara-saudaraku."
Para sahabat bertanya, "Bukankah kami adalah saudaramu, Rasul?"Rasulullah menjawab, "Kalian adalah sahabat-ku sedangkan saudara yang aku maksud adalah mereka yang saat ini belum lahir."
Sahabat bertanya lagi, "Bagaimana anda bisa mengenal mereka, Rasul. sementara mereka belum dilahirkan."
Rasulullah menjawab, "Tahukah kalian, jika seseorang memiliki kuda yang putih keningnya, dan kuda itu berada di antara kuda-kuda berwarna hitam, apakah dia akan mengenal kudanya?"
Mereka menjawab, "Ya, Rasulullah."
Rasulullah melanjutkan sabdanya, "Saudara kita yang aku maksud itu akan datang dengan muka dan tangan yang bercahaya dari bekas air wudhu, sementara aku telah mendahului mereka berada di telaga." (HR.Muslim)
Rasulullah SAW menyerupakan cahaya pada anggota tubuh orang yang berwudhu dengan warna putih yang ada di kening kuda, agar dipahami bahwa cahaya tersebut merupakan perhiasan, bukan belang. Selaras dengan hadis ini, ada firman Allah SWT, "Dan masukkanlah tanganmu ke leher bajumu, niscaya ia akan keluar putih bersinar bukan karena penyakit." (An-Naml:12) - Abu Hurairah mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Saat umatku dibangkitkan pada Hari Kiamat nanti, muka, tangan, dan kakinya bercahaya karena bekas wudhu, Siapa saja yang mampu melebihkan basuhan mukanya, lakukanlah." (HR.Al-Bukhari-Muslim)
- Abu Hurairah mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Perhiasan orang-orang mukmin itu sebanding dengan wudhunya." Ibnu Khuzaimah juga mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Perhiasan itu akan sampai ke semua tempat yang dia basuh saat berwudhu." Perhiasan dimaksud adalah perhiasan yang dipakai penduduk surga. (HR.Muslim)
Artikel terkait lainnya:
No comments:
Post a Comment